profil

Rabu, 21 Juli 2010

Teka-teki Obat HIV AIDS Mulai Terkuak

London, Ilmuwan mulai bisa memecahkan teka-teki penting mengenai virus AIDS. Penelitian selama 20 tahun telah mengarah pada temuan pengobatan yang lebih baik untuk penderita HIV.

Peneliti Inggris dan Amerika Serikat telah berhasil menumbuhkan suatu kristal yang memungkinkan peneliti untuk melihat struktur enzim yang disebut dengan integrase. Enzim ini ditemukan pada retrovirus seperti HIV dan merupakan target untuk beberapa obat HIV terbaru.

"Meskipun awalnya harus bersusah payah dan seringkali usaha kami gagal, tapi kami tidak menyerah dan akhirnya usaha kami dihargai," ujar Peter Cherepanov dari Imperial College London, yang melakukan penelitian bersama ilmuwan dari Harvard University, seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/2/2010).

Ilmuwan dari Imperial dan Harvard mengumumkan telah berhasil memiliki struktur dari integrase dari virus ini. Ini berarti peneliti dapat memulai untuk memahami bagaimana kerja dari obat inhibitor integrase serta bagaimana menghentikan perkembangan HIV.

Dalam jurnal Nature, Cherepanov menjelaskan ketika human immunodeficiency virus (HIV) menginfeksi seseorang, digunakan enzim untuk menyisipkan duplikat integrase dari informasi genetik dalam DNA orang tersebut.

Beberapa obat baru untuk HIV seperti Isentress dari Merck & Co dan Elvitegravir (obat percobaan dari Gilead Sciences) bekerja dengan cara memblokir integrase. Tapi para ilmuwan belum mengetahui persis bagaimana kerja dari integrase dan bagaimana memperbaikinya. Satu-satunya cara untuk mengetahui adalah dengan mendapatkan kristal berkualitas tinggi.

"Ketika kami memutuskan untuk memulainya, kami tahu hal ini adalah proyek yang sulit. Sudah banyak trik yang dicoba tapi selalu gagal, sehingga harus kembali ke titik awal untuk mencari model integrase HIV yang lebih baik dalam proses kristalisasi," ujar Cherepanov.

Dibutuhkan lebih dari 40.000 uji coba agar bisa mendapatkan satu kristal berkualitas cukup tinggi yang memungkinkan peneliti untuk melihat struktur secara tiga dimensi.

Peneliti menumbuhkan kristal dengan menggunakan integrase pinjaman dari retrovirus yang mirip dengan HIV. Peneliti menguji kristal dari obat-obatan Merck dan Gilead agar dapat melihat bagaimana obat-obatan tersebut mengikat dan menghambat kerja integrase.

Sejak awal terjadi epidemi AIDS hampir 60 juta orang telah terinfeksi HIV dan 25 juta orang meninggal terkait dengan HIV. Meskipun kombinasi beberapa obat bisa membuat pasien tetap terlihat sehat, tapi sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat yang dapat menyembuhkannya.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2008 ada sebanyak 33,4 juta orang terinfeksi HIV dan 2 juta diantaranya meninggal karena AIDS. Wilayah terburuk yang terkena dampak ini adalah sub-Sahara Afrika.img sumber : detik.health.com

Partikel Dasar Penyusun Atom

Partikel

Notasi

Massa

Muatan

Sesungguhnya

Relatif thd proton

Sesungguhnya

Relatif thd proton

Proton

p

1,67 x 10-24 g

1 sma

1,6 x 10-19 C

+1

Neutron

n

1,67 x 10-24 g

1 sma

0

0

Elektron

e

9,11 x 10-28 g

sma

-1,6 x 10-19 C

-1

Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ).

1 sma = 1,66 x 10-24 gram

NOMOR ATOM

  • Menyatakan jumlah proton dalam atom.
  • Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).
  • Diberi simbol huruf Z
  • Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif.

Contoh : 19K

NOMOR MASSA

  • Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
  • Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.
  • Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang huruf A), sehingga :

A = nomor massa

= jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )

A = p + n = Z + n

v Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut denganNuklida.

A ZX

Keterangan :

X = lambang atom A = nomor massa

Z = nomor atom

SUSUNAN ION

  • Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron tambahan.
  • Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).
  • Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).
  • Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah protondan neutronnya tetap.

Contoh :

Spesi

Proton

Elektron

Neutron

Atom Na

11

11

12

Ion

11

10

12

Ion

11

12

12

Rumus umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron :

1). Untuk nuklida atom netral :

AZX : p = Z ; e = Z ; n = (A-Z)

2). Untuk nuklida kation :

AZXy+: p = Z ; e = Z – (+y) ; n = (A-Z)

3). Untuk nuklida anion :

AZXy-: p = Z ; e = Z – (-y) ; n = (A-Z)

KONFIGURASI ELEKTRON

ü Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.

ü Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2 diberi lambang L dst.

ü Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

Contoh :

Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron

Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron

Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron

Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron

Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron

Catatan :

Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.

Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :

1. Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.

2. Khusus untuk golongan utama (golongan A) :

Jumlah kulit = nomor periode

Jumlah elektron valensi = nomor golongan

3. Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.

o Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu senyawa.

o Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.

4. Untuk unsur golongan utama ( golongan A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :

a) Sebanyak mungkin kulit diisi penuh dengan elektron.

b) Tentukan jumlah elektron yang tersisa.

  • Jika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa <>
  • Jika jumlah elektron yang tersisa <>
  • Jika jumlah elektron yang tersisa <>

Contoh :

Unsur

Nomor Atom

K

L

M

N

O

He

2

2

Li

3

2

1

Ar

18

2

8

8

Ca

20

2

8

8

2

Sr

38

2

8

18

8

2

Catatan :

  • Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).
  • Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.

Contoh :

Unsur

Nomor Atom

K

L

M

N

Sc

21

2

8

9

2

Ti

22

2

8

10

2

Mn

25

2

8

13

2

Zn

30

2

8

18

2

Konfigurasi Elektron Beberapa Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )

Periode

Nomor Atom ( Z )

K

L

M

N

O

P

Q

1

1 – 2

1 – 2

2

3 – 10

2

1 – 8

3

11 – 18

2

8

1 – 8

4

19 – 20

2

8

8

1 – 2

21 – 30 ***

2

8

9 – 18

2

31 – 36

2

8

18

3 – 8

5

37 – 38

2

8

18

8

1 – 2

39 – 48 ***

2

8

18

9 – 18

2

49 – 54

2

8

18

18

3 – 8

6

55 – 56

2

8

18

18

8

1 – 2

57 – 80 ***

2

8

18

18 – 32

9 – 18

2

81 – 86

2

8

18

32

18

3 – 8

7

87 – 88

2

8

18

32

18

8

1 – 2

Keterangan :

Tanda ( *** ) = termasuk Golongan B ( Transisi )

sumber : chem-is-try.org, wikipedia.